Langsung ke konten utama

Hama dan penyakit tanaman jambu biji

Hama dan penyakit tanaman jambu biji

Hama dan penyakit dapat menyerang setiap tanaman budidaya, termasuk tanaman jambu biji. Tanaman jambu biji perlu dijaga dari serangan hama dan penyakit agar produksi buah tidak terganggu.berikut penjelasan tentang hama dan penyakit pada jambu biji :

A. Hama
Hama tanaman jambu biji terdiri dari ulat, belalang, penggeret buah, lalat, rayap, tikus, kumbang, kutu, musang, dan kuntul. Berikut penjelasan beberapa hama tanaman jambu biji :

1. Ulat
Ulat berasal dari larva ngengat atau kupu-kupu yang menjadi hama. Ulat yang menyerang tanaman jambu biji terdiri dari beberapa jenis, antara lain ulat daun, ulat jengkal, ulat bulu, dan ulat kantong. Jenis-jenis ulat ini menyerang bagian daun jambu biji. Tanda daun diserang ulat daun yaitu daun-daun banyak yang tidak utuh sehingga pertumbuhan dan produktifitas menjadi terganggu atau berkurang. Adapun cara mengatasi  yaitu dengan cara menyemprotkan insektisida misalkan decis atau curacron. Berikut dosis yang digunakan untuk menyemprot masing-masing ulat :

a. Ulat daun, dosis 1,5 - 2 cc/ liter air.
b. Ulat jengkal, dosis 1,5 cc/ liter air.
c. Ulat bulu, dosis 1-2 cc/ liter air.
d. Ulat kantong, dosis 2 cc / liter air.

Masing-masing penyemprotan dilakukan sekali dalam seminggu. Untuk mencegah datangnya ulat-ulat tersebut,  lingkungan sekitar perlu dijaga kebersihannya dengan jalan menyapu dan membakar sampah yang ada.

2. Belalang dan penggerek buah
Belalang menyerang dan memakan daun jambu biji. Jenis belalang yang menyerang berwarna cokelat atau hijau dan berukuran besar, seperti ulat, akibatnya juga menghambat produktivitas tanaman jambu biji. Pencegahannya antara lain dengan menjaga kebersihan sekitar tanaman, apabila telah diserang maka menyemprotkan dengan menggunakan decis 2,5 EC dengan dosis 2 cc/ liter adalah jalan terbaik. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari karena belalang belum aktif bergerak. Penyemprotan dilakukan 7 hari sekali.

Adapun hama penggerek buah menyerang buah jambu biji. Buah yang diserang hama ini buah akan berlubang membusuk dan rontok. Hama ini dapat dibasmi dengan predator belalang sembah, burung, kalelawar dan sebagainya.

3. Lalat buah dan kumbang
Lalat buah menyerang buah jambu biji yang telah matang. Lalat betina meletakkan telurnya dibuah jambu biji saat buah tersebut masih mangkal atau tua. Hal tersebut meng-akibatkan buah jambu biji menjadi busuk. Pengendalian lalat biah dapat dilakukan dengan menyemprotkan curacron 500ec. Dengan dosis 1-1,5 cc/ liter air setiap 7 hari sekali.

Adapun hama kumbang yang menyerang pada bagian jambu biji, daun yang diserang akan berlubang dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman jambu biji, pengendalian hama kumbang dilakukan dengan decis atau ceracron dengan dosis setiap semprotan 2 cc / liter air.

4. Rayap dan musang
Rayap menyerang tanaman jambu biji. Gejala tanaman jambu biji yang diserang rayap yaitu daun biji menguning,ranting kering, dan sebagian akar terpotong oleh rayap. Gangguan rayap ini dapat menyebabkan tanaman menjadi mati. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida decis atau curacron dengan dosis 3 cc / liter air.lakukan penyemprotan 7 hari sekali.

Musang menyerang buah jambu biji yang tua atau matang untuk dimakan. Hal ini dapat diketahui dengan adanya bekas buah ditemukan sekitar tanaman buah jambu biji. Pengendaliaannya dapat dilakukan menebarkan racun yaitu phospit.

5. Kutu dan tikus
Kutu menyerang bagian tanaman jambu biji seperti pada bagian pucuk daun, buah, dan bunga. Kutu menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan peyemprotan pestisida misalnya decis dengan dosis 1-2 cc / liter air.

Sementara untuk tikus, menyerang pada buah jambu biji yang matang. Gejalanya adalah buah berlubang besar. Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memasang umpan racun seperti phospit disekitar tanaman jambu biji.

B. Penyakit
Tanaman jambu biji juga perlu dijaga dari serangan penyakit. Penyakit yang menyerang tanaman jambu biji antara lain jamur/ cendawan, parasit, dan virus.

1. Jamur / cendawan
Jamur yang menyerang tanaman jambu biji antara lain jamur gloeosporium psidii rangel dan jamur pestalotiopsis sp yang menyebabkan bercak putih dan kelabu pada daun jambu biji. Pencegahannya dengan cara pemangkasan dahan dan ranting daun jambu biji agar sinar matahari dapat menembus tajuk tanaman sehingga dapat mengurangi perkembangan jamur. Tanaman jambu biji yang telah diserang jamur bisa dilakukan oenyemprotab fungisida misalnya dithane dengan dosis 1 sendok makan per 10 liter air.

2. Parasit
Parasit menyerang tanaman dengan cara menumpang hidup pada tanaman jambu biji. Tanaman jambu biji yang dijadikan  tempat hidup akan terganggu perkembangannya karena sari-sari makanan tanaman jambu biji diambil oleh parasit tersebut. Jenis-jenis parasit yang tumbuh pada tanaman jambu biji yaitu benalu, anggrek pohon, dan lain-lain. Pengendalian parasit dilakukan dengan cara memangkas parasit tersebut sampai bersih, kemudian dimusnahkan agar biji-biji yang ada tidak dapat tumbuh..

Demikian mengenai hama dan penyakit tanaman jambu biji semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Saran dan kritik saya persilahkan !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik budidaya tanaman buah dalam pot

Teknik budidaya tanaman buah didalam pot Seiring perkembangan jaman yang semakin maju kini pot juga menjadi alternatif untuk tempat budidaya, misalkan untuk menanam apel, belimbing, duku, anggur, durian, jambu air, jambu biji, jeruk lemon, jeruk nipis, jeruk purut, kedondong, leci, kelengkeng, melon, rambutan, markisa, sawo dan masih banyak lagi yang bisa tanam di dalam pot. Pot yang bisa kita manfaat untuk menanam buah-buahan didalam pot adalah ember, pot plastik, pot semen, pot drum, pot tanah liat polibag maupun bak mandi bekas yang terbuat dari fiberglass.akan tetapi penggunaan pot harus sesuai dengan tanaman buah yang akan di tanam dalam pot tidak asal-asalan, misalkan kita akan menanam buah durian tentunya dari postur tanaman durian yang pohonnya besar pasti memerlukan pot yang ukuran besar, sedangkan untuk menanam buah jeruk dalam pot bisa digunakan pot yang berukuran sedang karena jeruk pohonnya relatif sedang(tidak besar ataupun kecil). Pada intinya yang paling penting dala...

Masker alpukat menjaga kelembaban kulit wajah

Masker alpukat menjaga kelembaban kulit wajah Kulit wajah yang halus, bertekstur lembut, kencang adalah impian banyak perempuan. Untuk mendapatkan kencantikan kulit yang diinginkan, berbagai ramuan masker diluncurkan ke pasaran dengan berbagai spesifikasi kegunaan. Meski lengket, licin, dan lembab namun masker memberi banyak manfaat besar untuk kecantikan kulit. Masker wajah sangat penting untuk membantu mengelupaskan sel-sel kulit yang telah mati, menghilangkan bekas jerawat, dan membantu mencegah garis-garis dan keriput yang muncul terlalu dini pada wajah. Masker dapat dibuat dari bahan-bahan alami. Salah satunya dengan buah alpukat. Bahan-bahan alami yang terkandung dalam daging buah alpukat inu memang terbukti mengandung cukup banyak vitamin dan nutrisi penting yang dibutuhkan kulit. Sebelum membubuhkan masker alpukat, bersihkan terlebih dahulu wajah dengan pembersih atau sabun kusus wajah. Lalu uapi wajah dengan air hangat sejenak agar pori-pori terbuka sehingga kulit menyerap ...